Welcome - Welkom - Vítejte - स्वागत - Benvenuto - 歓迎 - Willkommen - 환영 - Grata - ยินดีต้อนรับ - Accueil - Bienvenida - Chào Mừng - καλωσόρισμα - Selamat Datang

Saturday, April 8, 2017

Stuck in Reverse

To be honest, I have no idea for the title of this post. I'm not even sure whether I have to post this.

It's kinda long story actually, but I'm trying to make it as short as I can.

Okay, so here we go.

Have you ever feel like you stuck between two people? The one is from your past, and the other one is from the the present.

That's what happened in my life. Yeah, I know, how classic. What a drama. It's kinda disgust me too.

After gone for a while, the one from my past is trying to come back into my life. I've finally moved on and met someone new (a.k.a the one from the present), and.... Yeah it brought back some old memories. Right now I'm still not sure if I'm still into him, the way I used to be. We started to chat everyday, sometimes had diner together, or went to cinema and watched a movie, like we used to, not as a couple, but as.... I don't know what to call this thing.

He know that I'm close to someone else right now. He hate it. He said he was better than that person, subjectively.

In other side, I started to get into the one form the present. He looked like a womanizer, and I don't know what he feels, but I like his attention to me. I like the way he hold my hand. The thing is, No matter how close we are, I can't be with him. We have a difference that can't be compromised. I know he is a mistake--huge mistake--but I still wanna be with him.

Now people told me to keep my distance so I won't hurt him. The truth is, maybe I'm the one who hurt myself. Maybe I'm the one who's too confident to think that he's taking all of this seriously.

But what if it's real? What if he's taking this seriously? Everything's possible, isn't it? What if both of them are really here for me?

If I have to choose between two of them, then it's always gonna be the one from the past.

But if I have to lose both of them, then I'm trying to be ready.

Every choice I have is difficult. At least one person will hurt, and it could be me. I hate it, but this is my consequence, and I have to be ready. Sooner or later, I have to face it.

I can only pray to God, not to put my heart to a wrong person.

Friday, January 6, 2017

Dari Orang yang Kau Anggap Pintar

Aku bukan bermaksud untuk sombong, pamer, riya, atau hal-hal lain sejenisnya. Sungguh.

Hanya saja, ingin mengeluarkan isi hati. Entahlah, siapa tau berguna, walaupun hanya untukku.

Ya, banyak orang menyebutku pintar. Tiap kali dapat tugas, banyak orang lantas mengajakku mengerjakan bersama, minta diajarkan, bahkan menanyakan jawaban secara langsung, baik hanya untuk dilihat, atau yang lebih buruk, untuk dicontoh. Tidak jarang ada yang berniat menyontoh secara keseluruhan. Menjiplak, secara kasarnya, kalau boleh kubilang.

Begitu pun saat ujian. Banyak orang yang tiba-tiba datang padaku dan meminta belajar bersama, meminjam catatan untuk difotokopi, atau yang menurutku paling parah, meminta jawaban soal tahun lalu. Tidak masalah sih. Toh soal tahun lalu belum tentu keluar lagi pada soal tahun ini, kan?

Tapi, kalau tidak masalah, tulisan ini tidak akan pernah ada, kan?

Ini yang sebenarnya.

Aku sangat mempercayai bahwa seluruh manusia dikaruniai kecerdasan oleh Tuhan. Semua orang itu cerdas, bukan? Ya, tidak ada yang bodoh. Tinggal bagaimana kemauannya untuk belajar. Untuk mengetahui suatu hal, pasti ada prosesnya, ya dari belajar itu, dari kemauan itu. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba mengetahui segalanya kan? Semua butuh proses. Nah, aku sangat senang dan sangat menghargai kalau kalian mau belajar dan memintaku untuk mengajarkan kalian. Tapi sungguh, aku sangat tidak suka pada penjiplak. Mereka hanya datang meminta jawaban tanpa berusaha untuk berpikir, lalu mendapat nilai dari apa yang bukan pekerjaannya. Kalian boleh mengatakan aku pelit, tapi jika aku selalu memberikan jawaban dengan mudahnya, bukan hanya aku yang rugi, tapi kamu juga. Tak mau kan, suatu saat menyesali apa yang kamu lakukan saat ini?

Banyak alibi seperti ini,

"Fir, aku ga punya buku,"
Jawabanku: Salahmu sendiri. Dosen sudah memberi tahu buku apa yang akan dipakai pada pembelajaran. Kalau merasa buku yang asli mahal, ada buku bajakannya (yah, walaupun pembajakan dilarang karena adanya hak cipta). Fotokopi buku juga bisa. Atau kalau mau irit lagi, pinjam ke perpus atau kakak kelas. E-book yang gratis pun sudah banyak dan dapat diunduh secara gratis. Tidak ada alasan "ga punya buku" untuk sekarang ini. Jangan pelit lah kalau buat buku pelajaran. Toh orang tua kalian pasti akan memberikan uang kalau kalian akan menggunakan uang itu untuk membeli buku referensi, kan? Asal jangan ditilep saja untuk hal-hal lainnya.

"Fir, aku ga nyatet pas dosen ngejelasin"
Jawabanku: Itu juga salahmu sendiri. Sibuk ngobrolkah? Atau sibuk main hp? Atau malah sibuk tidur?

"Fir, di buku ga ada jawabannya"
Jawabanku: Udah cek buku lain belum? Udah cek internet belum? Coba di cek.

"Fir, aku ga nemu di internet"
Jawabanku: Semua informasi bisa kamu akses di internet. Berarti, kamu kurang jeli. Coba cari ke website lain.

Kenapa aku bisa berkata seperti ini? Karena aku belajar dari semua sumber di atas. Dari apa yang dijelaskan dosen, dari buku, dan dari internet. Ketiganya saling melengkapi. Jujur aku jarang bertanya ke teman, karena saat aku tanya, mereka malah akan tanya balik karena belum tau. Ini yang membuatku mandiri untuk mencari suatu jawaban, karena aku menyadari bahwa aku tidak bisa bergantung pada orang lain. Aku pikir, semua orang bisa melakukan apa yang aku lakukan, bahkan lebih dari yang aku lakukan. Itu semua bergantung pada satu; kemauan.

Aku berkata seperti ini karena terkadang, aku lelah meluangkan waktu untuk kalian. Ya, aku senang kalau bisa membantu, tapi aku pun punya kepentingan lain. Aku punya keluarga, punya tugasku sendiri, punya organisasi, punya teman di luar kampus, punya pacar, dan lain hal sebagainya. Aku menyusun dan membagi waktuku kepada itu semua, tidak hanya pada kalian yang meminta untuk belajar bersama. Mengertilah kalau setelah semua itu, aku tetap harus memiliki waktu untuk istirahat, dan istirahatku di malam hari. Di kamarku. Bukan siang hari saat aku di kelas dan dosen sedang mengajar. Aku masih normal loh, bukan makhluk nokturnal seperti burung hantu.

Aku harap, kalian dapat membantu diri kalian sendiri. Tidak selalu bergantung pada orang lain. Ada kalanya kita harus independen, kan?

Maaf kalau aku mengeluarkan kesan tak enak. Sungguh, bukan maksudku seperti itu. Aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan.

Dari aku,
yang kalian anggap pintar.

Sunday, October 9, 2016

Uncertainty

"Apasih di dunia ini yang pasti? hanya ketidakpastian yang pasti di dunia ini."

Hari pertama diajar sama salah satu dosen, dan beliau berkata seperti itu pas ngejelasin materi. Dan, entah gimana, tapi itu langsung ngena banget di gua.

"The only thing that's certain, is uncertainty," lagi-lagi beliau menekankan.

Uncertainty. Harus diakui emang gaada yang pasti, terlebih soal apa yang akan datang. Walaupun setiap orang punya janji buat makan malem bareng, janji buat dateng ke satu acara minggu depan, , janji buat belajar terus biar nilai bagus, janji buat diet, janji buat ga ngulangin kesalahan yang sama, bahkan janji untuk terus bareng-bareng..... Gaada yang pasti. Entah apa yang bakal kejadian di depan nanti. Hanya Tuhan yang tahu.

Tapi, apakah karena semua ketidakpastian itu kita harus sepenuhnya pasrah sama apa yang ada?

Gua meyakini bahwa jawabannya adalah tidak. Gua yakin, semua orang bisa berusaha untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan, semua yang mereka janjikan. Berusaha semaksimal mungkin, sisanya baru pasrahkan ke Tuhan, sembari berdoa diberikan yang terbaik, begitu kan?

Karena janji adalah utang, dan utang harus dibayar. Berusahalah untuk membayar utang itu, bukan malah diam saja dan berharap ada orang lain yang mau membayarkan utangmu, atau hanya diam saja sampai orang yang kamu utangi mengikhlaskan utangmu.

Janji buat makan malem bareng, ya kosongin waktumu malem itu buat makan malem bareng.

Janji buat dateng ke acara orang minggu depan, kosongkan jadwalmu untuk minggu depan. Jangan alesan yang engga-engga biar ga dateng.

Janji buat belajar biar nilai bagus, berarti jangan kegoda sama hal-hal gapenting kayak main, ngobrol ga penting, atau tiduran nyantai-nyantai.

Janji buat diet, artinya mulai atur pola makan, jangan sampai kurang atau lebih, banyakin makanan bergizi, jangan makan junk food, jangan gampang kegoda buat makan terus.

Janji ga ngulangin kesalahan yang sama, ubah kebiasaanmu, ubah kelakuanmu jangan buat orang kesal dan kecewa karena kelakuanmu yang sama.

Dan janji untuk terus bareng-bareng..... Lakukanlah yang terbaik untuknya. Buat dia senang. Buat dia percaya, merasa aman, dan nyaman denganmu. Libatkan mereka dalam hidupmu. Tunjukkan kalau kamu senang dan nyaman bersamanya. Tetap bersamanya saat senang maupun susah. Hibur dia saat dia sedih. Perjuangkan dia, bukan hanya pasrah dan lihat situasi kondisi.

Kenapa? Karena kamu janji. Dan semua orang berhak untuk menagih janjimu.

Ya, semua hal berhak untuk diperjuangkan.

Dan jika kamu memperjuangkannya, maka hasil yang keluar pasti sesuai dengan perjuanganmu.

Just remember that hard work will never lie to you.

Saturday, July 30, 2016

New Design!

Hello, fellas! Been a long time since my last post, so I think it's time to make a new one. Oya, gua iseng pengen ganti design blog, jadi gua berkreasi seadanya dan..... Tadaaa! Beginilah jadinya. Blog title-nya pun gua ganti. Hope you guys like it! :D

Jadi sekarang gua sedang berada di tengah-tengah liburan semester genap. Semester 4 tepatnya. Which means..... by August 15th, 2016, I'm gonna be in my 5th semester.

Wow. Wow. WOW. (Ini efek kebanyakan nonton cocokologi).

Kalo diliat secara sekilas, cepet juga gua udah masuk semester 5. Tapi kalo diliat dari apa yang gua alamin satu semester terakhir, a.k.a semester 4, it was totally insane. Abstrak bener pokonya. Mulai dari belajar (pastinya), ngerjain tugas yang setumpuk, nge-handle PDD-nya PADATARA (Yes, gua koornya. Memilukan. You know I'm not good at designing things), perform sana sini (yang berarti latian sampe malem), dan lain sebagainya.

Akibat hal-hal diatas, kadang gua baru bisa tidur jam 3 pagi, harus di kampus selama kurang lebih 12 jam (dari jam 7 pagi sampe 7 malem atau bahkan lebih), ngaret ngerjain tugas sampe H-1 deadline, mesti mantengin laptop terus-terusan, dan lain sebagainya. Bahkan gua sempet punya kantong mata kecil. FYI, gua gapernah punya masalah kantong mata.

Tapi Alhamdulillah, nilai gua sampe sekarang masih aman. Memang gua keras sama diri gua sendiri dan orang lain, tapi hasilnya bagi gua gapernah mengecewakan. Semoga aja terus kayak gini, jadi gua gaperlu ngulang matkul apapun, aamiin.

Btw, di semester 5 gua ambil Ekonomi Industri dan Jasa sebagai mata kuliah konsentrasi gua. Kenapa?
1. Gua seneng banget sama mikro. Dan industri sangat berhubungan dengan mikro.
2. Sebenernya pengen juga ambil moneter, but back then, pas semester 2, gua lebih enjoy belajar mikro daripada moneter.
3. Kalo gua ambil publik, gua takut bosen belajar. Menurut gua belajar publik itu agak flat aja. Kurang itungan. kalo ada itungan ngitungnya pajak. Gua paling males belajar pajak.
4. Gua sama sekali gaada minat mendalami ekonomi sumber daya.

Bismillah, semoga ga salah pilih :)))

Semester 5. Semester paling berat kata orang-orang. Udah mau jadi angkatan tua (atau emang udah?). Lalu gua harus KKL. Lalu gua harus isi KIPS. Lalu gua harus KKN. Lalu gua harus nyelesain skripsi. Lalu gua compre. Lalu gua sidang. Lalu...... gua ngebayangin terlalu jauh wkwk. But seriously, this is making me nervous. Terutama soal skripsi. Sumpah sampe sekarang belom kebayang mau bikin apaan. Gua udah sempet buka jurnal online sih, liat-liat skripsi orang buat inspirasi. Tapi tetep aja gua masih blank. Pft. Emang harus lebih rajin cari inspirasi.

Itu dulu aja lah ya, tolong sabar menunggu post selanjutnya sampe liburan semester depan wkwkwk. Canda deng, kalo sempet gua bakal ngepost something lagi kok. Bye!

Thursday, January 14, 2016

The Truth

Aloha! Harusnya gua belajar internas sih sekarang. Tapi berhubung lagi males, jadi daritadi buka chrome, buka ask.fm, trus berujung disini.

Ngomong-ngomong soal ask.fm, kemaren ada yang penasaran banget sama gua kayaknya. Anonymous. Dia bilang gua arogan, padahal gua cuma being myself and telling the truth. And I'm like, seriously? Trus gua harus jadi fake? Mungkin kalo yang gatau gua emang bakal nganggep gua jutek, sombong, atau apa. Beberapa orang bilang gitu pas gua nanya first impression-nya. But trust me, when you know me, I'm far from that.

Gua terbiasa melakukan apa yang gua suka. Itu pun gua memperhatikan etika. Gua bukan orang slengean kali, gua berpendidikan, punya agama, punya moral, punya akal. Apa yang gua lakukan gua pikirin mateng-mateng, bikin untung apa rugi. Kalo orang lain gasuka sama yang gua lakuin? Ya just back off, gua gapunya urusan sama orang-orang yang kayak gitu.

Trus, ngomong jujur. Kalo gua, gua berharap orang-orang ngomong jujur ke gua, segaenak apapun persoalannya, gua akan coba terima secara baik. Menurut gua, kalo ga jujur, urusannya di belakang malah ribet, right? Nah, kalo gua pengen kayak gitu, pastinya kan gua harus ngomong jujur ke orang lain, mau enak atau gaenak. Ini sebenernya balik ke perspektif masing-masing, seneng diomongin yang enak-enak doang atau yang gaenaknya juga oke. But dude, this is life! Bukan hidup namanya kalo gaada gaenaknya. Kalo enak doang, itu berarti Surga. Hidup bukan surga. So deal with it. Kalo emang lu tertutup dengan kejujuran, terserah. I'll keep telling the truth, even if it's hurts, because I think it's right for me. Gua omongin gaenaknya juga kan buat evaluasi. Biar sama-sama enak sebagai makhluk sosial. Biar kalo ada salah ga diulang lagi ntar-ntar. Jangan kayak keledai.

Gua sangat menyayangkan pikiran yang "harusnya lu jaga perasaan orang." Ya emang bener. Tapi satu yang harus lu inget, sometimes your heart and your feeling is brainless. Tolong jangan selalu bawa perasaan dalam setiap masalah. Ada saatnya, lu harus pake otak lu, logika lu, ga cuma pake perasaan. Combine keduanya. Jangan jaga perasaan doang, trus malah ga ngomong yang sebenernya. Believe me, itu jauh lebih nyakitin.

Sebenernya nih, kalo mau gua tebak-tebakan siapa anonymous di ask.fm itu, pasti orang yang pernah atau lagi gasuka sama gua karena omongan gua. Kalo ada orang yang gabisa terima sama omongan gua, I assure you he/she is not an open-minded person lol.

Kalo orang yang udah tau gua, mereka terbiasa dengan gua yang seperti ini. Tapi buat yang gatau gua, dan juga buat yang gasuka sama gua, mereka bakal nge-judge gua abis-abisan, nyari kesalahan gua, seakan mereka gapunya salah. Berasa artis kan gua, punya haters wkwkwkwk.

So, for those who don't like my vibes, alll I wanna say is:

Haters gona hate, hate, hate, hate, hate baby I'm just gonna shake, shake, shake, shake, shake~

Mmm-Hmm. Try to deal with it.

Okay, I think that's all. Bye! :)